Keberadaan pasar modal syariah
merupakan fenomena yang menarik dalam industri pasar modal di tanah air.
Seperti pendirian bank syariah, pasar modal syariah didirikan berdasarkan pada
kenyataan bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Diantara juataan
muslim tersebut ada yang mempunyai kelebihan dana ( surplus unit) tetapi mereka
enggan investasi di pasar modal konvensional, dikarenakan pasar modal tersebut
hanya merupakan tempat manipulasi pasar dan cenderung dipenuhi transaksi
spekulatif. Kegiatan utama dari pasar modal konvensional umumnya hanya kegiatan
dalam bentuk short selling, membeli saham di pagi hari untuk kemudian
menjualnya di sore hari bila memungkinkan mendapat gain capital. Kegitan
tersebut jauh sekali dari tujuan awal pendirian pasal modal yaitu sebagai
perantara penyediaan modal bagi perusahaan penerbit efek yang kemudian
digunakan untuk perluasan usaha. Kemudian pasar modal syariah hadir untuk
memenuhi fungsi utama dari pasar modal tersebut.
Kemudian yang menarik adalah bahwa banyak perusahaan
besar dengan kapitalisasi pasar yang besar pula, seperti astra international
dan indosat, masuk ke pasar modal syariah dan tercatat sebagai saham syariah di
Jakarta Islamic index ( JII). JII menggambarkan pergerakan saham di pasar modal
syariah. Semakin tinggi nilai indeks maka semakin banyak saham yang
diperjualbelikan yang berarti semakin besar kapitalisasi pasarnya. Lalu bila
kita bandingkan JII dengan indeks lain, misalnya LQ-45, maka kita akan melihat
nilai indeks yang terlalu jauh. Padahal, indeks LQ-45 merupakan gabungan dari
45 saham pilihan yang didasarkan pada likuiditas perdagangan dan kapitalisasi
pasar. Sedangkan JII hanya terdiri dari 30 saham yang dipilih berdasarkan aspek
likuiditas dan kondisi keuangan perusahaan penerbit efek ( emiten).
Selanjutnya penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
seberapa besar pengaruh JII dalam mengumpulkan dana dari investor dengan cara
melakukan analisis terhadap pengaruh JII terhadap indeks harga saham gabungan (
IHSG). Dan sebagai pembanding, dicari juga berapa besar pengaruh indeks LQ-45
terhadap nilai IHSG. Sebagaimana kita ketahui, IHSG menggambarkan pergerakan di
pasar modal secara keseluruhan. Angka indeks pada IHSG merupakan representasi
dai pergerakan seluruh saham yang ada di Bursa Efek Indonesia ( IHSG). Semakin
tinggi angka indeks menunjukan semakin sering transaksi saham dilakukan dan ini
berarti semakin banyak dana yang masuk ke perusahaan ( emiten).
B.
Sebab Berdirinya Pasar Modal Syariah
Sebab
berdirinya dari pasar modal syariah yaitu sebagai wadah bagi masyarakat yang
tidak ingin menanamkan modal nya di pasar modal konvensional melainkan ingin
secara syariah. Perkembangan tersebut seiring dengan kenyataan bahwa penduduk
Indonesia mayoritas muslim dan mereka ingin menanamkan modal nya secara islam
atau yang biasa disebut dengan syariah. Salah satu bentuk investasi yang sesuai
dengan syariah Islam adalah membeli Efek Syariah. Efek Syariah tersebut
mencakup Saham Syariah, Obligasi Syariah, Reksadana Syariah, Kontrak Investasi
Kolektiv Efek Beragun Asset (KIKEBA) Syariah, dan surat berharga lainnya yang
sesuai dengan prinsip syariah.
C.
Dampak dari Pasar Modal Syariah
No comments:
Post a Comment