Wednesday, April 30, 2014

IPO KS




SAAT BOOK BUiLDING SAJA PESANANNYA SAMPAI
 10 KALI LIPAT SAHAM YANG DILEPAS….. “
Amien Rais Mantan ketua MPR


Kementrian BUMN sebagai pemegang saham PT Krakatau Steel, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang logam dan biji besi plat merah, menetapkan penawaran saham umum perdana ( IPO )  tetap dilaksanakan pada tanggal 2 – 4 november, dan penjatan dilakukan pada tanggal 8 november 2010 serta  pencatatan dan perdagangan perdana di lantai Bursa Efek Indonesia pada 10 november 2010 walaupun banyak pihak mempertanyakan harga saham yang di anggap sangat murah ini (undervalue) yaitu seharga Rp 850 .Pada saat book building saja permintaan akan saham perusahaan BUMN ini meningkat 10 kali lipat dari jumlah saham yang di lepas atau setara dengan 30 milyar saham lebih hal itupun menjadi pertanyan banyak kalangan mulai dari pengamat dan pemerhati pasar modal, para politikus sampai kepada penguasa, dianggap dengan harga Rp 850 dan dibarengi dengan melonjaknya permintaan sampai 10 kali lipat menunjukkan harga saham itu tidak layak. Betapa susahnya untuk mendapatkan saham yang satu ini

Penentapan harga Rp.850 per lembar saham memang merupakan angka yang bisa di perdebatkan karena semua argument yang dilontarkan bisa disanggah oleh argument lainnya ,banyak kalangan menuntut pemerintah untuk membuka data investor penerima jatah saham perdana KS, kerena banyak pihak yang mencurigai sejumlah saham mengalir ke investor retail tertentu termasuk berbagai politisi, dan sarat akan kepentingan penguasa dan berbagai pihak yang merasa di untungkan dengan harga Rp 850 peluang terjadinya Insider trading di jajaran kementrian BUMN,DPR,Manajemen KS, dan lainya  sangatlah besar Serta Penjatahan IPO KS yang dinilai beberapa kalangan tidak transparan menuai polimik tersendiri

“ Harga seperti itu merupakan pemerasaan terhadap BUMN, siapapun yang menjual murah saham BUMN dengan maksud kepentingan sempit telah menjadi penjahat Negara “ tegas Amien Rais mantan ketua MPR RI, seperti yang langsir harian Media Indonesia Kamis, 4 November 2010 . Senada dengan Amien Rais, Badan Anggaran DPR,Markus Mekeng menyatakan bahwa IPO KS Rp 850 per lembar saham dapat merugikan Negara
“ IPO KS berpotensi merugikan Negara cukup besar dengan hanya IPO KS bisa Rp 1000 perlembar saham, selisih persaham Rp 150 jika target penjualan 3,155 Milyar rupiah, Potensi kerugian Negara sekitar Rp 473,25 Milyar rupiah “ tuturnya

Bapepam-LK yang berwenang dalam hal ini pun hanya dapat angkat tangan soal harga saham KS. Menurut Anis Badriawan ,Kepala Biro Penilai Keuangan Perusahaan Sektor Rill Bapepam-LK, bahwa wewenang Bapepam-LK hanya dapat memeriksa tapi bukan di buka ke public karena rekening efek tidak boleh di buka ke public, disambung dengan hal itu Ketua Bapepem-LK, Fuad Rahmany, mengatakan bahwa harga saham perdana itu tergantung dan urusan pemilik saham dan calon investor Bapepam-LK hanya dapat memeriksa alokasi saham perdana ketika kantor akuntan publik independent telah mengaudit  dan menyerahkan hasilnya kepada Bapepam-LK, padahal beberapa pengamat modal mengatakan bahwa bapepam-LK mempunyai kewenangan untuk menjaga pasar modal agar tetap berjalan efisien, efektif dan  berjalan wajar  dan berwenang untuk melakukan pemeriksaan terhadap suatu saham.  fuad rahmany menambahkan jikalau IPO KS mau di batalkan harus memenuhi beberapa syarat daintaranya : pertama, bencana alam, huru-hara, perang. Kedua, IHSG turun 10 persen dalam 3 hari perdagangan bursa berturut-turut, dan ketiga, peristiwa lain yang berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan emiten misal pabrik kebakaran dan itupun permintaan dari perusahaanya langsung

Menteri Koordinator Perekonomian-pun mengatakan persoalan KS harus dapat di jelaskan ke publik setransparannya, public berhak tahu apa yang terjadi dengan KS sejauh itu bukan menjadi rahasia Negara dan berdampak terhadap kemanan nasional

Setelah beberapa hari menjadi soroton media massa Kementrian BUMN akhirnya membentuk tim independent untuk membantu dan  mengawasi proses Privatisasi BUMN tugas pertama tim ini adalah memantau dan mengawasi proses penawaran saham Krakatau Steel ini, walaupun terkesan mendadak namun hal ini di tampik oleh kementerian BUMN, tim independent ini diharapakan akan memecah polemic harga saham KS ini  apakah wajar dan sesuai dengan ketentuan ataupun sebaliknya yang telah bekerja pada 10 november ini , hasilnya pun tim ini mengatakan tidak ada yang salah dengan penetapan harga KS ini…

Sekarang sebanyak 13 orang yang terdiri dari pengamat ekonomi dan pengamat pasar modal telah mengajukan gugatan warga negara (citizen lawsuit) kepada Kementerian  BUMN. Dan  didaftarkan ke PN Jakarta Pusat tadi siang (jumat red.). Adapun para ekonom lainnya yang tergabung adalah Sri Edi Swasono, Kwik Kian Gie, Adhie Massardi, Sumarno M, Rushadi, A Razak L, Hendri Saparini, Ichsanudin Noorsy, William RL Tobing, Erwin Ramedhan, dan Fahmi Radi.Gugatan itu ditujakan karena KS adalah industru strategis berdasarkan Pasar 33 UUD WCSD harus dikuasai negara











Foundamental
Data perusahaan baja yang selevel dengan PT Krakatau Steel

Nama perusahaan
Kapitalisasi pasar (Rp miliar)
Rasio PE (kali)
Hunan valin Stell CO Ltd (China)
16.828
16.94
Xinjiang Ba Ti Iron & Stell (China)

14.246
14.17
Anyang Iron & Stell Co Ltd (China)
13.082
12.78
Xinyu Iron & Steel Co Ltd (China)
12.959
12.64
Jindal Ltd (India)
12.205
12.64
Krakatau Steel (Indonesia)
13.230
9.9































 


IPO PT KRAKATAU STEEL

Saham yang ditawarkan :
3,15 milyar lembar saham atau 20 %

Target dana :
Rounded Rectangular Callout: 900 - 1300 Milyar Rupiah 
Digunakan untuk Investasi : memodrenisasi pabrik dan meningkatkan baja lembaran menjadi 3,5 ton metric ton

Rp 2,6 Triliun – Rp 3,5 Triliun



Rounded Rectangular Callout: 631 - 907 Milyar Rupiah 
Digunakan untuk Membiayai pematangan lahan 288 hektar, yang akan digunakan untuk membangun pabrik baja terpadu Krakatau steel dan Posco


Rounded Rectangular Callout: 378 – 544 Milyar Rupiah 
Digunakan untuk penyertaan modal di anak usaha PT Krakatau Bandar Samudera dan PT Krakatau Daya Listrik
Rounded Rectangular Callout: 610 – 880  Milyar Rupiah 
Digunakan untuk membeli bahan baku iron pellet , scrap,billet slab, dan bahan baku lainnya





No comments:

Post a Comment