Saturday, August 30, 2014

Skripshit , skripsi atau skripsweet :-))

Perbedaan LATAR BELAKAng dan KErangka PEmikiran :

latar belakang berisikan fenomena-fenomena yang terjadi sehingga kita memilih untuk melakukan penelitian dengan judul yang sudah kita pilih, sedangkan
kerangka pemikiran itu berisi tentang teori-teori ataupun penelitian sebelumnya yang menghubungkan antar variabel ayang akan kita teliti.

Monday, June 9, 2014

OPINI audit

Pengertian Opini Audit

Opini Audit

Opini audit menurut kamus standar akuntansi (Ardiyos, 2007) adalah laporan yang diberikan seorang akuntan publik terdaftar sebagai hasil penilaiannya atas kewajaran laporan keuangan yang disajikan perusahaan.

Sedangkan menurut kamus istilah akuntansi (Tobing, 2004)  opini audit merupakan suatu laporan yang diberikan oleh auditor terdaftar yang menyatakan bahwa pemeriksaan telah dilakukan sesuai dengan norma atau aturan pemeriksanaan akuntan disertai dengan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan yang diperiksa.

Opini audit diberikan oleh auditor melalui beberapa tahap audit sehingga auditor dapat memberikan kesimpulan atas opini yang harus diberikan atas laporan keuangan yang diauditnya.
Jenis-jenis Opini Audit

Opini yang diberikan atas asersi manajemen dari klien atau instansi peusahaan yang diaudit dikelompokkan menjadi wajar tanpa pengecualian, wajar dengan pengecualian, tidak membeikan pendapat, dan tidak wajar.

Menurut Standar Profesional Akuntan (PSA 29), opini audit terdiri dari lima jenis yaitu:
a. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)

Adalah pendapat yang diberikan ketika audit telah dilaksanakan sesuai dengan Standar Auditing (SPAP), auditor tidak menemukan kesalahan material secara keseluruhan laporan keuangan atau tidak terdapat penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku (SAK). Bentuk laporan ini digunakan apabila terdapat keadaan berikut:
Bukti audit yang dibutuhkan telah terkumpul secara mencukupi dan auditor telah menjalankan tugasnya sedemikian rupa, sehingga ia dapaty memastikan kerja lapangan telah ditaati.
Ketiga standar umum telah diikuti sepenuhnya dalam perikatan kerja.
Laporan keuangan yang di audit disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim yang berlaku di Indonesia yang ditetapkan pula secara konsisten pada laporan-laporan sebelumnya. Demikian pula penjelasan yang mencukupi telah disertakan pada catatan kaki dan bagian-bagian lain dari laporan keuangan.
Tidak terdapat ketidakpastian yang cukup berarti (no material uncertainties) mengenai perkembangan di masa mendatang yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya atau dipecahkan secara memuaskan.
b. Opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan Paragraf Penjelasan (Modified Unqualified Opinion)

Adalah pendapat yang diberikan ketika suatu keadaan tertentu yang tidak berpengaruh langsung terhadap pendapat wajar. Keadaan tertentu dapat terjadi apabila:
Pendapat auditor sebagian didasarkan atas pendapat auditor independen lain.’
Karena belum adanya aturan yang jelas maka laporan keuangan dibuat menyimpang dari SAK.
Laporan dipengaruhi oleh ketidak[pastian peristiwa masa yang akan datang hasilnya belum dapat diperkirakan pada tanggal laporan audit.
Tersapat keraguan yang besar terhadap kemampuan satuan usaha dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Diantara dua periode akuntansi terdapat perubahan yang material dalam penerapan prinsip akuntansi.
Data keuangan tertentu yang diharuskan ada oleh BAPEPAM namun tidak disajikan.
c. Opini Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion)

Adalah pendapat yang diberikan ketika laporan keuangan dikatan wajar dalam hal yang material, tetapi terdapat sesuatu penyimpangan/ kurang lengkap pada pos tertentu, sehingga harus dikecualikan. Dari pengecualian tersebut yang dapat mungkin terjadi, apabila:
Bukti kurang cukup
Adanya pembatasan ruang lingkup
Terdapat penyimpangan dalam penerapan prinsip akuntansi yang berlaku umum (SAK).
Menurut SA 508 paragraf 20 (IAI, 2002:508.11), jenis pendapat ini diberikan apabila:
Tidak adanya bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan lingkup audit yang material tetapi tidak m,empengaruhi laporan keuangan secara keseluruhan.
Auditor yakin bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum yang berdampak material tetapi tidak mempengaruhi laporan keuangan secara keseluruhan. Penyimpangan tersebut dapat berupa pengungkapan yang tidak memadai, maupun perubahan dalam prinsip akuntansi.
d. Opini Tidak Wajar (Adverse Opinion)

Adalah pendapat yang diberikan ketika laporan secara keseluruhan ini dapat terjadi apabila auditor harus memberi tyambahan paragraf untuk menjelaskan ketidakwajaran atas laporan keuangan, disertai dengan dampak dari akibat ketidakwajaran tersebut, pada laporan auditnya.
e. Opini Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer of opinion)

Adalah pendapat yang diberikan ketika ruang lingkup pemeriksaan yang dibatasi, sehingga auditor tidak melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan standar auditing yang ditetapkan IAI. Pembuatan laporannya auditor harus memberi penjelasan tentang pembatasan ruang lingkup oleh klien yang mengakibatkan auditor tidak memberi pendapat.
Tahap-tahap Opini Audit

Sebelum auditor memberikan pendapat (opininya), seseorang auditor harus melaksanakan tahap-tahap audit. Adapun tahap-tahapnya menurut Arens etal (2008:132) yaitu sebagai berikut:
Perencanaan dan pencanangan pendekatan audit.
Pengujian pengendalian dan transaksi.
Pelaksanaan prosedur analitis dan pengujian terinci atas saldo.
Penyelesaian dan penerbitan laporan audit.

Jenis Pendapat (Opini) Akuntan atas Audit Laporan Keuangan


Menurut Standar Profesional Akuntan Publik (PSA 29 SA Seksi 508), ada lima jenis pendapat akuntan yaitu:
1. Pendapat wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion)
Dikatakan pendapat wajar tanpa pengecualian jika laporan keuangan disajikan secara wajar, dalam semua hal yangn material, posisi keuangan , hasil usaha, perubahan ekuitas dan arus kas telah sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum.
2. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan yang ditambahkan dalam laporan audit bentuk baku ( Unqualified Opinion with Explanatory Language)
Pendapat ini diberikan jika terdapat keadaan tertentu yang mengharuskan seorang auditor menambahkan penjelasan (bahasa penjelasan lain) dalam laporan audit, meskipun tidak mempengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian yang dinyatakan oleh auditor. Keadaannya meliputi:
- Pendapat wajar sebagian didasarkan atas laporan auditor independen lain.
- Untuk mencegah agar laporan keuangan tidak menyesatkan karena keadaan yang luar biasa, laporan keuangan disajikan secara menyimpang dari suatu prinsip akuntansi yang dikeluarkan oleh IAI
- Jika terdapat kondisi dan peristiwa semula menyebabkan auditor yakin tentang adanya kesangsian mengenai kelangsungan hidup entitas namun setelah mempertimbangkan rencana manajemen auditor berkesimpulan bahwa rencana manejemen tersebut dapat secara efektif dilaksakan dan pengunkapan mengenai hal itu telah memadai.
- Di antara dua periode akuntansi terdapat suatu perubahan material dalam penggunaan prinsip akuntansi atau dalam metode penerapannya.
- Keadaan tertentu yang berhubungan dengan laporan audit atas laporan keuangan komparatif
- Data keuangan kuartalan tertentu diharuskan oleh Badan Pengawas Pasar Modal namun tidak disajikan atau tidak di review.
- Informasi tambahan yang diharuskan oleh IAI Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah dihilangkan,yang penyajiannya menyimpang jauh dari pedoman yang dikeluarkan oleh Dewan tersebut, dan auditor tidak dapat melengkapi prosedur audit yang berkaitan dengan informasi tersebut, atau auditor tidak dapat menghilangkan keraguan yang besar apakah informasi tambahan tersebut sesuai dengan panduan yang dikeluarkan oleh dewan tersebut.
- Informasi lain dalam suatu dokumen yang berisi laporan keuangan yang diaudit secara material tidak konsisten dengan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.
3. Pendapat wajar dengan pengecualian (Qualified Opinion)
Pendapat ini dinyatakan bila:
- Ketiadaan bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan terhadap lingkup audit yang mengakibatkan auditor berkesimpulan bahwa ia tidak menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian dan ia berkesimpulan tidak menyatakan tidak memberikan pendapat.
- Auditor yakin, atas dasar auditnya bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di indonesia yang berdampak material dan ia berkesimpulan untuk tidak menyatakan pendapat yang tidak wajar.
- Jika auditor menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian, ia menjelaskan semua alasan yang menguatkan dalam satu atau lebih paragraf terpisah yang dicantumkan sebelum paragraf pendapat. Ia juga harus mencantumkan bahasa pengecualian yang sesuai dan menunjuk ke paragraf penjelasan di dalam paragraf pendapat. Pendapat wajar dengan pengecualian harus berisi kata kecuali atau pengecualian dalam suatu frasa seperti kecuali untuk atau dengan pengecualian untuk frasa tergantung atas atau dengan pnejelasan berikut ini memiliki makna yang tidak jelas atau tidak cukup kuata oleh karena itu pemakaiannya harus dihindari. Karena catatan atas laporan keuangan merupakan bagian laporan keuangan auditan, kata seperti yang disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, jika dibaca sehubungan dengan catatan 1 mempunyai kemungkinan untuk disalahtafsirkan dan oleh karena itu pemakaiannya dihindari.
4. Pendapat tidak wajar (Adverse Opinion)
Pendapat ini dinyatakan bila menurut pertimbangan auditor, laporan keuangan secara keseluruhan tidak disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di indonesia.
5. Pernyataan tidak memberikan pendapat (Disclaimer Opinion)
- Auditor tidak menyatakan pendapat bila ia tidak dapat merumuskan suatu pendapat bilamana ia tidak dapat merumuskan atau tidak merumuskan suatu pendapat tentang kewajaran laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Jika auditor menyatakan tidak memberikan pendapat, laporan auditor harus memberikan semua alasan substantif yang mendukung pernyataan tersebut.
- Auditor tidak melaksanakan audit yang lingkupnya memadai untuk memungkinkannya memberikan pendapat atas laporan keuangan.

Sunday, June 1, 2014

WEBtrust dan SysTrust

Saat ini bisnis dengan bantuan koneksi internet berkembang pesat. Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang e-commercemenjadikan internet sebagai lalu-lintas perusahaannya. Sehinggacustomer dan rekan kerjanya bukan hanya dari lingkungan atau Negara yang sama, tapi dari berbagai Negara di dunia. Bagi calon customer dan rekan kerja dari perusahaan-perusahaan e-commercetersebut, memiliki masalah dalam keyakinan apakah perusahaan tersebut benar-benar memiliki kapabilitas seperti yang diungkapkan dan bagaimana keamanan dalam melakukan transaksi, dan keraguan-keraguan lainnya.
Untuk menjawab akan kelayakan sebuah perusahaan diperlukan jaminan dari pihak ketiga, di sini AICPA (American Institute of Chartered Public Accountants) dan CICA (Canadian Institute of Chartered Accountants) mengembangkan assurance service1 yang bisa digunakan untuk memberi jaminan atas kelayakan suatu perusahaan dalam melaksanakan tugas dan keamanan sistem yang digunakannya. Sehingga lahirlah WebTrust dan SysTrust.
WebTrust dikembangkan oleh AICPA dan CICA untuk memberikan keyakinan bagi pelanggan e-commerce tentang kelayakan perusahaan dalam usahanya di bidang e-commerce. Sedangkan SysTrust dikembangkan untuk memberikan tingkat keyakinan tentang reliabilitas sistem. Bagaimana pengertian lebih lanjut dan perbedaan antara keduanya, berikut akan dijelaskan lebih lanjut:
2. ISI

WebTrust dan SysTrust merupakan bagian dari Trust Service, dimana trust service berfungsi untuk memberikan assurance services,advisory services atau keduanya bagi sistem teknologi informasi dane-commerce. Hanya akuntan public yang bersertifikasi (CPAs) dan mendapatkan lisensi dari AICPA yang dapat memberikan assurance services atas Trust Services, yang berupa opini Trust Services, WebTrust atau SysTrust dan laporan WebTrust atau SysTrust.

2.1 WebTrust
Pengertian WebTrust menurut AICPA :
WebTrust is the accounting profession's answer to concerns relating to electronic commerce. WebTrust is based on Trust Services Principles and Criteria, which constitute professional guidance and serve as best practices for electronic commerce. Using these Principles and Criteria either separately or in combination, CPAs can offer a range of advisory and assurance services to help either clients or employers address security, online privacy, availability, and confidentiality needs.”

Prinsip-prinsip dan kriterian yang digunakan oleh CPAs untuk membuat range atau batasan dalam pemberian assurance services adalah :
  • Security
Apakah sistem yang digunakan perusahaan aman dan memiliki perlindungan dari akses yang tidak legal.
  • Privacy
Apakah informasi yang diberikan customer ditangani dan dijamin kerahasiaannya, walaupun transaksi telah selesai.
  • Availability
Apakah system dapat digunakan dengan baik seperti yang seharusnya.
  • Confidentiality
Apakah informasi yang diberikan kepada customer benar-benar dapat dipertanggungjawabkan atau benar adanya.
  • Processing Integrity
Apakah transaksi yang dilaksanakan oleh perusahaan benar-benar dilakukan secara komplit, akurat, tepat waktu dan terjamin.

Dengan bantuan prinsip-prinsip dan kriteria tersebut, CPAs yang ditunjuk dapat :
  • Mengevaluasi apakah perusahaan layak, dan apabila terdapat kelemahan dapat ditemukan.
  • Menggunakan prinsip dan criteria tersebut untuk membangun pengendalian dari awal.
  • Adanya jaminan yang dibuat CPAs dapat memberikan verifikasi yang independent, sehingga customer dapat mengetahui perusahaan mana yang layak dan aman bagi transaksi yang akan mereka lakukan.

Untuk membantu customer mengetahui mana perusahaan yang telah mendapatkan WebTrust dari CPAs, pada web site perusahaan itu terdapat stempel yang dikeluarkan oleh CPAs.
    1. SysTrust
Pengertian SysTrust dari AICPA :
SysTrust is the accounting profession's answer to concerns relating to system reliability. SysTrust is based on the Trust Services Principles and Criteria, which constitute professional guidance as well as serving as best practices for system reliability. Using these Principles and Criteria either separately or in combination, CPAs can offer a range of advisory and assurance services to help either clients or employers address their security, availability, processing integrity, and confidentiality needs.”

Prinsip-prinsip dan kriteria pada SysTrust :
  • Security
Apakah system yang digunakan aman dan memiliki perlindungan dari akses-akses yang tidak dikehendaki.
  • Availability
Apakah system yang tersedia untuk operasi dan digunakan pada waktu yang ditentukan dalam pernyataan atau perjanjian tingkat jasa
  • Processing Integrity
Apakah transaksi yang dilakukan perusahaan dilaksanakan dengan baik dan terjamin dari segi waktu, akurat, dan kelengkapannya.
  • Confidentiality
Apakah informasi yang didapat oleh customer benar adanya dan dapat dipertanggungjawabkan, serta system yang ada dapat diinovasi apabila diperlukan dan terus memberikan keamanan dan integritas system.

Dengan bantuan prinsip-prinsip dan kriteria tersebut, sama seperti pada WebTrust CPAs yang ditunjuk dapat :
  • Mengevaluasi apakah perusahaan layak, dan apabila terdapat kelemahan dapat ditemukan.
  • Menggunakan prinsip dan criteria tersebut untuk membangun pengendalian dari awal.
  • Adanya jaminan yang dibuat CPAs dapat memberikan verifikasi yang independent, sehingga customer dapat mengetahui perusahaan mana yang layak dan aman bagi transaksi yang akan mereka lakukan.

Prinsip-prinsip tersebut digunakan oleh CPAs untuk membuat laporan SysTrust sebagai assurance service atas reliabilitas system yang digunakan oleh perusahaan.

2.3 Perbedaan WebTrust dan SysTrus dan contoh web site pengguna
Walaupun WebTrust dan SysTrus sama-sama bagian dari Trust Services yang memiliki fungsi untuk memberikan jaminan atas e-commerce dan system teknologi informasi, tapi memiliki perbedaan.
Perbedaan yang mendasar adalah objek pemberian assurance servicesnya. Pada webtrust, objeknya adalah resiko pada e-commerce. Webtrust dikembangkan untuk mengatasi masalah keraguan yang mungkin timbul akibat resiko-resiko yang menyertai usaha dibidang e-commerce. Sedangkan systrust memiliki objek assurance services pada reliabilitas system. Apakah system yang digunakan suatu perusahaan layak atau tidak dalam bisnis yang dilakukannya.
Objek yang berbeda ini menimbulkan beberapa perbedaan, salah satunya adalah klien berbeda. Pada webtrust klien yang ditangani hanya perusahaan e-commerce, sedangkan systrust menangani klien e-commerce dan non e-commerce. Serta stempel penjamin webtrust harus ditampilkan pada web-site perusahaan untuk jaminan atas keseluruhan kelayakan usahanya, sedangkan stempel systrust pada suatu web-site hanya memberi jaminan atas kelayakan system yang digunakan oleh perusahaan tersebut.
3. KESIMPULAN

Webtrust dan systrust adalah salah satu assurance services yang dikembangkan oleh AICPA dan CICA, yang bertujuan untuk memberikan jaminan atas system teknologi informasi dan kelayakan usaha e-commerce. Yang dapat mengeluarkan jaminan atas webtrust dan systrust ini hanya akuntan public yang bersertifikasi dan memiliki lisensi dari AICPA.
Webtrust memberikan keyakinan bahwa perusahaan tersebut layak dan aman atas resiko-resiko yang ada pada usaha e-commerce. Sedangkan systrust memberikan jaminan pada reliabilitas system yang dimiliki perusahaan, sehingga perusahaan dinyatakan layak menjalankan operasinya dan aman.

Wednesday, April 30, 2014

MAKALAH ANALISIS ENRON BERDASARKAN KERANGKA COSO-ERM

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Enron adalah sebuah perusahaan energi Amerika yang berbasis di Houston, Texas, Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan pada 1930 sebagai Northern Natural Gas Company, sebuah konsorsium dari Northern American Power and Light Company, Lone Star Gas Company, dan United Lights and Railways Corporation. Pada tahun 2001, Enron mempekerjakan sekitar 21.000 orang pegawai dan merupakan salah satu perusahaan terkemuka di dunia dalam bidang listrik, gas alam, bubur kertas dan kertas, serta komunikasi. Enron mengaku bahwa penghasilannya pada tahun 2000 berjumlah $101 gMilyar dollar Amerika.Dan akhirnya, Fortune menamakan Enron "Perusahaan Amerika yang Paling Inovatif" selama enam tahun berturut-turut.
Sukses Enron bertambah lengkap yang dimana awal mula berdirinya Enron yang hanya dibangun oleh anak petani miskin bernama Kenneth Lay, yang pada awal mulanya hanyalah perusahaan kampungan, menjadi monopolis gas alam dan listrik dalam waktu kurang dari dua puluh tahun. ENRON adalah layaknya PLN, PDAM, Percetakan Negara, PERTAMINA dan Telkom yang menjadi satu. Kalau di Indonesia lembaga-lembaga itu milik negara, lain halnya dengan Enron, murni bisnis. ENRON dikendalikan secara professional oleh manusia-manusia cerdas di bumi ini yaitu lulusan-lulusan universitas ternama dari seluruh penjuru dunia
Kasus Enron adalah salah satu dari kejahatan kerah putih melalui rekayasa pembukuan. Manipulasi keuntungan yang dilakukan karena adanya keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih, termasuk wakil presiden Amerika Serikat. Selain itu, skandal tersebut menyebabkan dibubarkannya perusahaan Arthur Andersen.

1.2  Pertanyaan
§  Apa penyebab utama kegagalan Enron?
§  Siapa pihak yang paling bertanggung jawab dalam kegagalan Enron?
§  Langkah apa yang sebaiknya dilakukan agar kasus seperti Enron tidak terjadi lagi?








BAB II
LANDASAN TEORI

Dalam rangka menanggapi kebutuhan dasar pedoman perusahaan, untuk membantu entitas merancang dan mengimplementasikan pendekatan efektif perusahaan pada manajemen risiko, COSO (Committee of Sponsoring Organization) mengeluarkan “Enterprise Risk Management – Integrated Framework”. Framework ini mendefinisikan esensi komponen dari ERM, membahas prinsip-prinsip dan konsep-konsep ERM, dan menjelaskan ERM secara general dan menyediakan pengarahan dan pedoman yang jelas tentang ERM. Pedoman ini menjelaskan pendekatan perusahaan secara luas akan risk management serta konsep-konsep seperti: risk apetite, risk tolerance, portofolio view. Framework ini sekarang mulai digunakan oleh organisasi-organisasi di seluruh dunia untuk merancang dan mengimplementasikan proses ERM yang efektif.

Tentang Enron
Enron adalah sebuah perusahaan energi Amerika yang berbasis di Houston, Texas, Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan pada 1930 sebagai Northern Natural Gas Company, sebuah konsorsium dari Northern American Power and Light Company, Lone Star Gas Company, dan United Lights and Railways Corporation. Pada tahun 2001, Enron mempekerjakan sekitar 21.000 orang pegawai dan merupakan salah satu perusahaan terkemuka di dunia dalam bidang listrik, gas alam, bubur kertas dan kertas, serta komunikasi. Enron mengaku bahwa penghasilannya pada tahun 2000 berjumlah $101 Milyar dollar Amerika.Dan akhirnya, Fortune menamakan Enron "Perusahaan Amerika yang Paling Inovatif" selama enam tahun berturut-turut.
Sukses Enron bertambah lengkap yang dimana awal mula berdirinya Enron yang hanya dibangun oleh anak petani miskin bernama Kenneth Lay, yang pada awal mulanya hanyalah perusahaan kampungan, menjadi monopolis gas alam dan listrik dalam waktu kurang dari dua puluh tahun. ENRON adalah layaknya PLN, PDAM, Percetakan Negara, PERTAMINA dan Telkom yang menjadi satu. Kalau di Indonesia lembaga-lembaga itu milik negara, lain halnya dengan Enron, murni bisnis. ENRON dikendalikan secara professional oleh manusia-manusia cerdas di bumi ini yaitu lulusan-lulusan universitas ternama dari seluruh penjuru dunia
Kasus Enron adalah salah satu dari kejahatan kerah putih melalui rekayasa pembukuan. Manipulasi keuntungan yang dilakukan karena adanya keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih, termasuk wakil presiden Amerika Serikat. Selain itu, skandal tersebut menyebabkan dibubarkannya perusahaan Arthur Andersen.
September 2001, pemerintah Amerika Serikat mulai mencium adanya ketidakberesan dalam laporan pembukuan Enron. Satu bulan kemudian, Enron mengumumkan kerugian sebesar $600 juta dolar dan nilai aset Enron menyusut hingga 1,2 triliun dolar AS. Akibat laporan ini, nilai saham Enron mulai anjlok dari $90 menjadi hanya 26 sen.  2 Desember 2001, Enron mengumumkan bahwa perusahaan harus gulung tingkar. Pihak-pihak  yang bertanggung jawab pada kasus Enron:
1.  KAP Arthur-Andersen
“Think Straight, Talk Straight”, motto yang membuat perusahaan-perusahaan besar sangat mempercayai KAP ini. Namun, Arthur Andersen yang memiliki reputasi tinggi dalam profesi Akuntansi tidak dapat memegang motto tersebut dengan bijak. Akhirnya, menyembunyikan kerugian dan kewajiban yang timbul, sehingga keuntungan dapat menggelembung besar serta mengangkat harga saham Enron. Disisi lain, bukan keuntungan yang didapat oleh Enron melainkan kerugian yang menenggelamkan Enron untuk selamanya. Ini dilakukan karena mereka takut kehilangan klien sebesar Enron.
2. Pemerintah
Enron diduga menjadi penyalur keuangan terbesar bagi kandidat-kandidat kongres, Gubernur, bahkan Presiden Amerika terutama dari Partai Republik. Untuk timbal balik jasa tersebut, Enron diduga melobi pemerintah terutama dalam perumusan kebijakan Energi. Malangnya, ketika krisis melanda Enron tak satupun koneksi mereka di Capitol Hill maupun maupun gedung putih menyelamatkan mereka.
3. Konsultan hukum
Konsultan hukum Enron, Vinson & Elkins bertanggungjawab untuk menyediakan opini hukum atas strategi, struktur, dan legalitas umum atas semua yang dilakukan oleh Enron.
4. Regulator
Sebagai perusahaan yang melakukan perdagangan di pasar energi, diawasi oleh Federal Energy Regulatory Commission (FERC), namun FERC tidak melakukan pengawasan secara detail. Hal ini dikarenakan Enron melakukan aktivitasperdagangan listrik tidak di satu negara, melainkan antar negara.
5. Pasar ekuitas
Sebagai perusahaan publik, Enron diharuskan mengikuti peraturan dari SEC (Securities and Exchange Commision). Namun, dalam pengawasannya, tidak melakukan investigasi secara detail dalam konfirmasi ulang terhadap Enron. SEC hanya mengandalkan pada testimoni yang dibuat oleh lembaga lain seperti auditor perusahaan (Arthur Andersen).
6. Pasar hutang
Seperti perusahaan lainnya, Enron membutuhkan sebuah nilai rating. Sehingga membayar Standard & Poors serta Moody’s untuk memberikan nilai rating yang baik. Rating ini sangat dibutuhkan dalam sekuritas hutang perusahaan yang diterbitkan dan diperdagangkan di pasar. Yang menjadi masalah ketika perusahaan rating tersebut hanya melakukan analisis sebatas pada data yang yang berisi operasional dan aktivitas keuangan Enron. Banyak perdebatan pada perusahaan rating , apakah harus memeriksa total hutang perusahaan atau tidak. Khususnya yang berkaitan dengan SPEs.
Berakhirnya Enron meninggalkan kerugian milyaran dolar bagi investor, dipecatnya 5000 karyawan Enron dan uang pensiun yang terus menurun hingga hampir sama sekali tidak bernilai karena dalam bentuk saham. Sertifikat saham mereka tak lagi punya nilai-mungkin hanya layak dipajang dalam pigura untuk mengenang salah satu skandal keuangan terbesar di awal abad itu.



Pengertian ERM
Menurut Comittee of Sponsoring Organizations (COSO) dalam Reding dkk ( 2009:4 – 1), Enterprise Risk Management (ERM) adalah:
“Suatu rangkaian proses yang berpengaruh pada sebuah entitas, jajaran direksi, pihak manajemen, dan personel lain yang diaplikasikan pada penetapan strategi perusahaan yang dibuat untuk mengidentifikasi kejadian yang potensial dan dapat berpengaruh pada entitas, mengelola risiko yang dapat diterima, dan memberikan jaminan keamanan yang beralasan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan”
Menurut Casualty Actuarial Society (2003) ERM adalah sebagai proses atau disiplin dengan organisasi-organisasi di semua industri menaksir, mengendalikan, mengeksploitasi, membiayai dan mengawasi risiko dari semua sumbernya dengan tujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Dari beberapa definisi ERM menurut para pakar dapat disimpulkan bahwa ERM merupakan aplikasi manajemen yang secara khusus membahas strategi untuk mengatasi aktivitas yang menimbulkan risiko demi mencapai tujuan organisasi

Komponen-komponen COSO ERM
ERM versi COSO terdapat 8 komponen yang saling terkait dan diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan, baik tujuan strategis, operasional, pelaporan, dan peraturan-peraturan lainnya. Berikut kedelapan komponen COSO ERM:
1.      Internal Environment (Lingkungan Internal) – Lingkungan internal sangat menentukan tipe dari organisasi dan memberi dasar dalam memandang risiko dari masin-masing individu dalam organisasi.
2.      Objective Setting (Penentuan Tujuan) – Perusahaan harus memiliki tujuan terlebih dahulu sebelum para manajer bisa mengidentifikasi kejadian-kejadian yang berpotensi menggangu pencapaian tujuan tersebut. ERM memastikan bahwa manajemen memiliki sebuah proses dalam menetapkan tujuan dan tujuan yang sudah dipilih mengandung misi perusahaan dan berjalan konsisten dengan risk appetite-nya.
3.      Event Identification (Identifikasi Kejadian) – Kejadian internal dan eksternal yang mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan harus diidentifikasi, dan membedakan mana yang risiko dan mana yang peluang. Peluang terjadi sesuai dengan tujuan perusahaan.
4.      Risk Assessment (Penilaian Risiko) – Risiko dianalisis dengan memperhitungkan kemungkinan (likelihood) dan dampaknya (Impact), sebagai dasar bagaimana pengelolaan terhadap risiko yang bersangkutan
5.      Risk Response (Menanggapi Risiko) – Manajemen akan memilih apakah risiko akan diterima, ditolak, dikurangi, atau dialihkan. Dan mengembangkan kegiatan agar sesuai dengan toleransi risiko (risk tolerance) dan risk appetite.
6.      Control Activities (Kegiatan Pengendalian) – Berisi tentang kebijakan dan prosedur yang akan diimplementasikan agar risk response berjalan dengan efektif
7.      Information and Communication (Informasi dan Komunikasi) – Informasi yang relevan dengan organisasi diidentifikasi, disimpulkan, dan diinformasikan dalam bentuk dan waktu yang memungkinkan setiap orang mampu menjalankan tanggung jawabnya
8.      Monitoring (Pengawasan) – keseluruhan proses ERM harus diawasi dan apabila dibutuhkan bisa dimodifikasi. Pengawasan dapat dilakukan dengan mengawasi kegiatan manajemen secara terus menerus, melakukan evaluasi khusus, atau dengan keduanya.
Objektif dapat dilihat dari 4 kategori:
-          Strategic – High-level goals, selaras dan menunjang misinya
-          Operating – Efektivitas dan Efisiensi penggunaan sumber daya
-          Reporting – laporan yang dapat dipercaya
-          Compliance – penyesuaian dengan peraturan dan hukum yang berlaku


Fraud Triangle
Menurut Donald Cressey (1950) ada tiga faktor utama penyebab adanya kecurangan, yaitu:
-          Pressure (Tekanan), biasanya karena ada dorongan yang mengharuskan baik dari pihak eksternal maupun internal
-          Rationalization (Rasionalisasi), biasanya terjadi karena ketidakpuasan akan sesuatu dan menganggap dirinya seharusnya mendapatkan hasil yang lebih
-          Opportunity (Kesempatan), biasanya dikarenakan adanya internal control yang lemah ataupun kecerdasan individu dalam menciptakan kesempatan

























BAB III
PEMBAHASAN MASALAH

            Pembahasan masalah dalam makalah ini akan disajikan berdasarkan komponen COSO-ERM yang terdiri dari 8 komponen utamanya, yaitu :
1.      Internal Environment (Lingkungan Internal)
2.      Objective Setting (Penetapan Tujuan)
3.      Event Identification (Identifikasi Kejadian)
4.      Risk Assessment (Penilaian Resiko)
5.      Risk Response (Respon Terhadap Resiko)
6.      Control Activities ( Kontrol terhadap Aktivitas)
7.      Information and Communication (Informasi dan Komunikasi)
8.      Monitoring (Pengamatan)

3.1 Internal Environment (Lingkungan Internal)
            Internal Environment yang ada di dalam perusahaan Enron ini akan dijelaskan berdasarkan sub-sub komponen yang terdapat dalam Internal Environmentnya itu sendiri.
3.1.1 Risk Management Phylosophy
Risk Management Phylosophy merupakan kepercayaan dan tingkah laku mengenai resiko yang diambil dalam melakukan bisnisnya, biasanya Risk Management Phylosophy ini didokumentasikan dalam sebuah kebijakan atau komite, namun biasanya hal ini bersifat lebih informal. Risk Management Phylosophy yang ditanamkan oleh perusahaan Enron adalah “Good deal vs. bad deal? Didn’t matter. If it had a positive net present value (NPV) it could get done. Sometimes positive NPV didn’t even matter in the name of strategic significance.” Sedangkan komite yang bertanggung jawab terhadap Risk Management Phylosophy Enron dapat ditampilkan sebagai berikut :
3.1.2 Risk Appetite
            Risk Appetite di dalam perusahaan Enron sangatlah tinggi, hal ini dikarenakan mindset yang diterapkan di dalam Enron cenderung membuat seluruh elemen SDM yang dimilikanya menjadi seorang risk taker, hal ini dibuktikan di dalam Catatan Enron, dimana mereka menetapkan risk appetite­nya sebesar 2 miliar dollar (US$ 2B) pada tahun 2001.
3.1.3 Board of Directors
     BoD Enron dapat ditampilakan dalam gambar sebagai berikut :

3.1.4 Integrity and Ethical Value
     Enron memiliki nilai-nilai dan integritas yang ditanamkan di dalam perusahaannya diantaranya yaitu :
§  Komunikasi
§  Respek
§  Integritas, dan
§  Keunggulan

3.1.5 Commitment to Competence
     Terdapat beberapa benefit yang bisa didapatkan oleh pegawai di Enron, dimana salah satu diantaranya adalah setiap pegawai mendapatkan persentase saham tertentu sebagai bentuk kompensasi pengabdiannya (Employee Stock Option Plan) , selain terdapat Enron Retirement Plan

3.1.6 Organizational Structure
            Struktur organisasi Enron terdiri dari Chairman, CEO, COO, CFO, dan Vice Chairman.

3.1.7 Assignment on Authority and Responsibility
     Otoritas yang dipegang oleh Manajemen pada tingkatan Eksekutif Enron adalah absolut dimana tidak ada pendelegasian yang merata, semuanya hampir dilakukan oleh manejemen tingkat eksekutifnya serta beberapa manajernya yang dapat “dipercaya”,dalam melakukan berbagai operasi yang strategis, selain itu para karyawan terkadang tidak dilibatkan pada beberapa transaksi.

3.2 Objective Setting (Penetapan Tujuan)
            Tujuan Enron pada awalnya hanya ingin menjadi perusahaan terbesar di Amerika, kemudian tujuan tersebut diperluas lagi menjadi perusahaan terbesar di dunia.
 
3.3 Event Identification (Identifikasi Kejadian)
§  Manipulasi pendapatan yang didapat selama tahun berjalan.
§  Menghapus data tersimpan yang berisi perdagangan harian.
§  Memainkan sumber daya listrik yang tersedia di negara bagian California.
§  Memberikan insentif pada anggota eksekutif bukan berdasarkan pada realisasi performa hanya sebatas pada forecastingnya saja.

3.4 Risk Assessment (Penilaian Resiko)
Event
Impact Scale
Likelihood
Vulnerability
Velocity
Manipulasi pendapatan yang didapat selama tahun berjalan
5
5
5
5
Menghapus data tersimpan yang berisi perdagangan harian.

3
4
3
4
Memainkan sumber daya listrik yang tersedia di negara bagian California.
5
5
5
5
Memberikan insentif pada anggota eksekutif bukan berdasarkan pada realisasi performa hanya sebatas pada forecastingnya saja
5
5
5
5

3.5 Risk Response (Respon Terhadap Resiko)
Event
Avoidance
Reduction
Sharing
Acceptance
Manipulasi pendapatan yang didapat selama tahun berjalan

ü   


Menghapus data tersimpan yang berisi perdagangan harian.


ü   


Memainkan sumber daya listrik yang tersedia di negara bagian California.
ü   



Memberikan insentif pada anggota eksekutif bukan berdasarkan pada realisasi performa hanya sebatas pada forecastingnya saja
ü   




3.6 Control Activities (Kontrol terhadap Aktivitas)
3.6.1 Preventive Control
            Langkah preventif yang dapat dilakukan diantaranya adalah setiap kegiatan yang dilakukan  atau kejadian dilakukan harus melalui proses autentifikasi dan verifikasi. Selain itu adanya backup data serta protokol yang jelas untuk melakukan akses data. Selain itu bonus juga bisa ditahan sampai tujuan yang dicanangkan angka yang terdapat di dalam anggaran harus sesuai dengan realisasi.
3.6.2 Detective Control
            Membuat suatu sistem yang akan menolak setiap transaksi yang tidak terauntefikasi dan terverifikasi.
3.6.3 Recovery Control
            Menempuh jalur hukum kepada oknum-oknum yang terlibat / yang bertanggung jawab.

3.7 Information and Communication (Informasi dan Komunikasi)
         3.7.1 Available
            Setiap informasi dan komunikasi yang bersifat umum tersedia untuk setiap pihak yang berkepentingan.
         3.7.2 Accesible
             Terdapat pembatasan akses data yang disesuaikan dengan role yang berada di dalam lingkup eksternal dan internal Enron.
           
3.8 Monitoring (Pengamatan)
     Setiap laporan keuangannya diperiksa oleh auditor yang independen sesuai dengan ketentuan SOX